Monday, January 4, 2016

Arduino

1. Apa itu Arduino ?

Untuk memahami Arduino, terlebih dahulu kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan physical computing. Physical computing adalah membuat sebuah sistem atau perangkat fisik dengan menggunakan software dan hardware yang sifatnya interaktif yaitu dapat menerima rangsangan dari lingkungan dan merespon balik. Physical computing adalah sebuah konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang sifat alaminya adalah analog dengan dunia digital. Pada prakteknya konsep ini diaplikasikan dalam desain- desain alat atau projek-projek yang menggunakan sensor dan microcontroller untuk menerjemahkan input analog ke dalam sistem software untuk mengontrol gerakan alat-alat elektro-mekanik seperti lampu, motor dan sebagainya.

Pembuatan prototype atau prototyping adalah kegiatan yang sangat penting di dalam proses physical computing karena pada tahap inilah seorang perancang melakukan eksperimen dan uji coba dari berbagai jenis komponen, ukuran, parameter, program komputer dan sebagainya berulang-ulang kali sampai diperoleh kombinasi yang paling tepat. Dalam hal ini perhitungan angka-angka dan rumus yang akurat bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi kunci sukses di dalam mendesain sebuah alat karena ada banyak faktor eksternal yang turut berperan, sehingga proses mencoba dan menemukan/mengoreksi kesalahan perlu melibatkan hal-hal yang sifatnya non-eksakta. Prototyping adalah gabungan antara akurasi perhitungan dan seni.

Proses prototyping bisa menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan atau menyebalkan, itu tergantung bagaimana kita melakukannya. Misalnya jika untuk mengganti sebuah komponen, merubah ukurannya atau merombak kerja sebuah prototype dibutuhkan usaha yang besar dan waktu yang lama, mungkin prototyping akan sangat melelahkan karena pekerjaan ini dapat dilakukan berulang-ulang sampai puluhan kali – bayangkan betapa frustasinya perancang yang harus melakukan itu. Idealnya sebuah prototype adalah sebuah sistem yang fleksibel dimana perancang bisa dengan mudah dan cepat melakukan perubahan-perubahan dan mencobanya lagi sehingga tenaga dan waktu tidak menjadi kendala berarti. Dengan demikian harus ada sebuah alat pengembangan yang membuat proses prototyping menjadi mudah. 

Pada masa lalu (dan masih terjadi hingga hari ini) bekerja dengan hardware berarti membuat rangkaian menggunakan berbagai komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, transistor dan sebagainya. Setiap komponen disambungkan secara fisik dengan kabel atau jalur tembaga yang disebut dengan istilah “hard wired” sehingga untuk merubah rangkaian maka sambungan-sambungan itu harus diputuskan dan disambung kembali. Dengan hadirnya teknologi digital dan microprocessor fungsi yang sebelumnya dilakukan dengan hired wired digantikan dengan program-program software. Ini adalah sebuah revolusi di dalam proses prototyping. Software lebih mudah diubah dibandingkan hardware, dengan beberapa penekanan tombol kita dapat merubah logika alat secara radikal dan mencoba versi ke-dua, ke-tiga dan seterusnya dengan cepat tanpa harus mengubah pengkabelan dari rangkaian.

Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Pertama-tama perlu dipahami bahwa kata “platform” di sini adalah sebuah pilihan kata yang tepat. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembangan, tetapi ia adalah kombinasi dari hardware, bahasa pemrograman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih. IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory microcontroller. Ada banyak projek dan alat-alat dikembangkan oleh akademisi dan profesional dengan menggunakan Arduino, selain itu juga ada banyak modul-modul pendukung (sensor, tampilan, penggerak dan sebagainya) yang dibuat oleh pihak lain untuk bisa disambungkan dengan Arduino. Arduino berevolusi menjadi sebuah platform karena ia menjadi pilihan dan acuan bagi banyak praktisi.

Salah satu yang membuat Arduino memikat hati banyak orang adalah karena sifatnya yang open source, baik untuk hardware maupun software-nya. Diagram rangkaian elektronik Arduino digratiskan kepada semua orang. Anda bisa bebas men-download gambarnya, membeli komponen-komponennya, membuat PCB-nya dan merangkainya sendiri tanpa harus membayar kepada para pembuat Arduino. Sama halnya dengan IDE Arduino yang bisa di-download dan diinstal pada komputer secara gratis. Kita patut berterima kasih kepada tim Arduino yang sangat dermawan membagi-bagikan kemewahan hasil kerja keras mereka kepada semua orang. Saya pribadi betul-betul kagum dengan desain hardware, bahasa pemrograman dan IDE Arduino yang berkualitas tinggi dan sangat berkelas.

Arduino dikembangkan oleh sebuah tim yang beranggotakan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Anggota inti dari tim ini adalah:
  1. Massimo Banzi Milano, Italy 
  2. David Cuartielles Malmoe, Sweden
  3. Tom Igoe New York, US
  4. Gianluca Martino Torino, Italy
  5. David A. Mellis Boston, MA, USA
Saat ini komunitas Arduino berkembang dengan pesat dan dinamis di berbagai belahan dunia. Bermacam-macam kegiatan yang berkaitan dengan projek-projek Arduino bermunculan dimana- mana, termasuk di Indonesia. Yang membuat Arduino dengan cepat diterima oleh orang-orang adalah karena:

  1. Murah, dibandingkan platform yang lain, sebuah investasi yang sangat murah untuk berbagai keperluan projek. Harganya akan lebih murah lagi jika pengguna membuat papannya sendiri dan merangkai komponen-komponennya satu per satu.
  2. Lintas platform, software Arduino dapat dijalankan pada system operasi Windows, Macintosh OSX dan Linux, sementara platform lain umumnya terbatas hanya pada Windows.
  3. Sangat mudah dipelajari dan digunakan. Processing adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk menulis program di dalam Arduino. Processing adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dialeknya sangat mirip dengan C++ dan Java, sehingga pengguna yang sudah terbiasa dengan kedua bahasa tersebut tidak akan menemui kesulitan dengan Processing. Bahasa pemrograman Processing sungguh-sungguh sangat memudahkan dan mempercepat pembuatan sebuah program karena bahasa ini sangat mudah dipelajari dan diaplikasikan dibandingkan bahasa pemrograman tingkat rendah seperti Assembler yang umum digunakan pada platform lain namun cukup sulit. 
  4. Sistem yang terbuka, baik dari sisi hardware maupun software-nya.

Sangat menarik ketika membuka kotak pembungkus papan Arduino terdapat tulisan bahwa Arduino diperuntukan bagi seniman, perancang dan penemu. Sungguh membesarkan hati dan membangkitkan semangat bahwa penggunanya tidak harus teknisi berpengalaman atau ilmuwan berotak jenius. Anda tertarik untuk menjadi seniman digital?

Secara umum Arduino terdiri dari dua bagian, yaitu:
  1. Hardware  : papan input/output (I/O)
  2. Software  : Software Arduino meliputi IDE untuk menulis program, driver untuk koneksi dengan komputer, contoh program dan library untuk pengembangan program.
Selanjutnya kita akan mengenal masing-masing bagian ini lebih jauh. 

2. Jenis - Jenis Board Arduino

Saat ini ada bermacam-macam bentuk papan Arduino yang disesuaikan dengan peruntukannya seperti diperlihatkan berikut ini:

ARDUINO USB


Menggunakan USB sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi komputer. Contoh:
  • Arduino Uno
  • Arduino Duemilanove
  • Arduino Diecimila
  • Arduino NG Rev. C
  • Arduino NG (Nuova Generazione)
  • Arduino Extreme dan Arduino Extreme v2
  • Arduino USB dan Arduino USB v2.0
ARDUINO SERIAL

Menggunakan RS232 sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi komputer.


Contoh: Arduino Serial dan Arduino Serial v2.0 

ARDUINO MEGA

Papan Arduino dengan spesifikasi yang lebih tinggi, dilengkapi tambahan pin digital, pin analog, port serial dan sebagainya. Contoh:
  • Arduino Mega
  • Arduino Mega 2560

ARDUINO FIO


Ditujukan untuk penggunaan nirkabel.

ARDUINO LILYPAD


Papan dengan bentuk yang melingkar. Contoh: 
  • LilyPad Arduino 00
  • LilyPad Arduino 01
  • LilyPad Arduino 02
  • LilyPad Arduino 03
  • LilyPad Arduino 04

ARDUINO BT


Mengandung modul bluetooth untuk komunikasi nirkabel.

ARDUINO NANO DAN ARDUINO MINI


Papan berbentuk kompak dan digunakan bersama breadboard. Contoh:
  • Arduino Nano 3.0
  • Arduino Nano 2.x
  • Arduino Mini 04
  • Arduino Mini 03
  • Arduino Stamp 02 

Catatan :
Dengan begitu beragamnya papan Arduino yang ada di pasaran wajar jika seorang pemula akan kebingungan untuk menentukan tipe papan apa yang sebaiknya digunakan. Sebagai sama-sama pemula yang ingin berbagi pengalaman, saya akan menganjurkan untuk memulai dengan tipe Duemilanove atau Uno mengingat kedua tipe papan ini yang paling banyak digunakan oleh para aktivis Arduino saat ini. Arduino Uno adalah generasi yang terakhir setelah Duemilanove dan dari sisi harganya sedikit lebih mahal karena memiliki spesifikasi yang lebih tinggi (microcontroller: Atmega328 dan flash memory: 32 KB).

Komponen utama di dalam papan Arduino adalah sebuah microcontroller 8 bit dengan merk ATmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation. Berbagai papan Arduino menggunakan tipe ATmega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya, sebagai contoh Arduino Uno menggunakan ATmega328 sedangkan Arduino Mega 2560 yang lebih canggih menggunakan ATmega2560.

Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah microcontroller, pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari microcontroller ATmega328 (dipakai pada Arduino Uno).


Blok-blok di atas dijelaskan sebagai berikut:
  1. Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah antar muka yang digunakan untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS-485.
  2. 2KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakan oleh variable-variabel di dalam program.
  3. 32KB RAM flash memory bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan program yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga menyimpan bootloader. 
  4. Bootloader adalah program inisiasi yang ukurannya kecil, dijalankan oleh CPU saat daya dihidupkan. Setelah bootloader selesai dijalankan, berikutnya program di dalam RAM akan dieksekusi.
  5. 1KB EEPROM bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan data yang tidak boleh hilang saat daya dimatikan. Tidak digunakan pada papan Arduino.
  6. Central Processing Unit (CPU), bagian dari microcontroller untuk menjalankan setiap instruksi dari program.
  7. Port input/output, pin-pin untuk menerima data (input) digital atau analog, dan mengeluarkan data (output) digital atau analog.

Setelah mengenal bagian-bagian utama dari microcontroller ATmega sebagai komponen utama, selanjutnya kita akan mengenal bagian-bagian dari papan Arduino itu sendiri.

3. Bagian - Bagian Board Arduino
Dengan mengambil contoh sebuah papan Arduino tipe USB, bagian-bagiannya dapat dijelaskan sebagai berikut.



14 pin input/output digital (0-13)

Berfungsi sebagai input atau output, dapat diatur oleh program.

Khusus untuk 6 buah pin 3, 5, 6, 9, 10 dan 11, dapat juga berfungsi sebagai pin analog output dimana tegangan output-nya dapat diatur. Nilai sebuah pin output analog dapat diprogram antara 0 – 255, dimana hal itu mewakili nilai tegangan 0 – 5V.

USB

Berfungsi untuk:
  • Memuat program dari komputer ke dalam papan
  • Komunikasi serial antara papan dan komputer
  • Memberi daya listrik kepada papan.

Sambungan SV1

Sambungan atau jumper untuk memilih sumber daya papan, apakah dari sumber eksternal atau menggunakan USB. Sambungan ini tidak diperlukan lagi pada papan Arduino versi terakhir karena pemilihan sumber daya eksternal atau USB dilakukan secara otomatis.

Q1 – Kristal (quartz crystal oscillator)

Jika microcontroller dianggap sebagai sebuah otak, maka kristal adalah jantung-nya karena komponen ini menghasilkan detak-detak yang dikirim kepada microcontroller agar melakukan sebuah operasi untuk setiap detak-nya. Kristal ini dipilih yang berdetak 16 juta kali per detik (16MHz).

Tombol Reset S1

Untuk me-reset papan sehingga program akan mulai lagi dari awal. Perhatikan bahwa tombol reset ini bukan untuk menghapus program atau mengosongkan microcontroller.

In-Circuit Serial Programming (ICSP)

Port ICSP memungkinkan pengguna untuk memprogram microcontroller secara langsung, tanpa melalui bootloader. Umumnya pengguna Arduino tidak melakukan ini sehingga ICSP tidak terlalu dipakai walaupun disediakan.

IC 1 – Microcontroller Atmega

Komponen utama dari papan Arduino, di dalamnya terdapat CPU, ROM dan RAM.

X1 – sumber daya eksternal

Jika hendak disuplai dengan sumber daya eksternal, papan Arduino dapat diberikan tegangan
DC antara 9-12V.

6 pin input analog (0-5)

Pin ini sangat berguna untuk membaca tegangan yang dihasilkan oleh sensor analog, seperti sensor suhu. Program dapat membaca nilai sebuah pin input antara 0 – 1023, dimana hal itu mewakili nilai tegangan 0 – 5V.
Catatan :
Untuk selanjutnya pembahasan pada dokumen ini akan digunakan papan Arduino yang berbasiskan USB dan papan yang akan dijadikan contoh adalah Arduino Uno.

Tanpa melakukan konfigurasi apapun, begitu sebuah papan Arduino dikeluarkan dari kotak pembungkusnya ia dapat langsung disambungkan ke sebuah komputer melalui kabel USB. Selain berfungsi sebagai penghubung untuk pertukaran data, kabel USB ini juga akan mengalirkan arus DC 5 Volt kepada papan Arduino sehingga praktis tidak diperlukan sumber daya dari luar. Saat mendapat suplai daya, lampu LED indikator daya pada papan Arduino akan menyala menandakan bahwa ia siap bekerja.

Pada papan Arduino Uno terdapat sebuah LED kecil yang terhubung ke pin digital no 13. LED ini dapat digunakan sebagai output saat seorang pengguna membuat sebuah program dan ia membutuhkan sebuah penanda dari jalannya program tersebut. Ini adalah cara yang praktis saat pengguna melakukan uji coba. Umumnya microcontroller pada papan Arduino telah memuat sebuah program kecil yang akan menyalakan LED tersebut berkedip-kedip dalam jeda satu detik. Jadi sangat mudah untuk menguji apakah sebuah papan Arduino baru dalam kondisi baik atau tidak, cukup sambungkan papan itu dengan sebuah komputer dan perhatikan apakah LED indikator daya menyala konstan dan LED dengan pin-13 itu menyala berkedip-kedip.
Catatan:
Setelah mengeluarkan papan Arduino dari kotaknya, harap berhati-hati dengan listrik statis dan hubungan singkat karena bagian bawah papan Arduino tidak ditutup dengan lapisan pelindung. Dianjurkan untuk tidak menyentuh bagian bawah atau kaki-kaki komponennya dengan tangan untuk menghindari bahaya listrik statis dari tubuh Anda. 
Hati-hati juga meletakkan papan Arduino pada meja. Pastikan tidak ada logam atau cairan yang bisa mengakibatkan hubungan pendek yang bisa merusak komponen. Usahakan meletakkan papan Arduino pada alas berbahan plastik yang aman.
Kita akan melakukan pengujian papan Arduino lebih jauh dengan merubah program dan memuatnya ke dalam papan board, namun setelah melewati beberapa pembahasan yang akan dibahas pada artikel berikutnya, keep stay tuned ya guys.

Monday, April 14, 2014

High Quality Intercom

Salam Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap bersemangat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Rangkaian High Quality Intercom Gunakan fitur Translate di sebelah kanan untuk menterjemahkan teks berbahasa inggris, selamat membaca, semoga bermanfaat.


This circuit consists of two identical intercom units. Each unit contains a power supply, microphone preamplifier, audio amplifier and a Push To Talk (PTT) relay circuit. Only 2 wires are required to connect the units together. Due to the low output impedance of the mic preamp, screened cable is not necessary and ordinary 2 core speaker cable, or bell wire may be used.

The schematic can be broken into 34 parts, power supply, mic preamp, audio amplifierand PTT circuit. The power supply is designed to be left on all the time, which is why no on / off switch is provided. A standard 12 V RMS secondary transformer of 12VA will power the unit. Fuses are provided at the primary input and also secondary, before the rectifier. The 1 A fuse needs to be a slow blow type as it has to handle the peak rectifier current as the power supply electrolytics charge from zero volts.

The microphone amplifier is a 2 transistor direct coupled amplifier. BC108B transistors will work equally well in place of the BC109C transistors. The microphone used is a 3 terminal electret condenser microphone insert. These are popular and require a small current to operate. The preamp is shown in my audio circuit section as well, but has a very high gain and low distortion. The last transistor is biased to around half the supply voltage; this provides the maximum overload margin for loud signals or loud voices. The gain may be adjusted with the 10k preset. Sensitivity is very high, and a ticking clock can easily be heard from the distantloudspeaker.

The amplifier is based on the popular National Semiconductor LM380. A 50 mV input is all that's required to deliver 2W RMS into an 8 ohm loudspeaker. The choice of loudspeaker determines overall sound quality. A small loudspeaker may not produce a lot of bass, I used an old 8 inch radio loudspeaker. The 4.7u capacitor at pin 1 of the LM380 helps filter out any mains hum on the power supply. This can be increased to a 10u capacitor for better power supply rejection ratio.

The push to talk (PTT) circuit is very simple. A SPDT relay is used to switch between mic preamplifier output or loudspeaker input. The normally closed contact is set so that each intercom unit is "listening". The non latching push button switch must be held to talk. The 100u capacitor across the relay has two functions. It prevents the relays back emf from destroying the semiconductors, and also delays the release of the relay. This delay is deliberate, and prevents any last word from being "chopped" off.

Setting Up and Testing
This circuit does not include a "call" button. With this intercom pressing the Push to Talk button sends your voice to the opposite station, and vice versa. Setup is simple, set to volume to a comfortable level, and adjust the mic preset while speaking with "normal volume" from one meter away. You do not need to be in close contact with the microphone, it will pick up a conversation from anywhere in a room. If the units are a long way away, there is a tendency for the cable to pick up hum, or radio interference. There are various defenses against this. One way is to use a twisted pair cable, each successive turn cancels the interference from the turn before. Another method is to use a small capacitor of say 100n between the common terminal of each relay and ground. This shunts high frequency signals to earth. Another method is to use a low value resistor of about 1k. This will shunt interference and hum, but will shunt the speech signal as well. However as the output impedance of each mic preamp is low, and the speech signals are also low,this will have little effect on speech but reduce interference to an acceptable level.

Sunday, April 13, 2014

Line Follower ROBOT Controlled by 2051

Salam Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap bersemangat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Line Follower ROBOT Controlled by 2051. Gunakan fitur Translate di sebelah kanan untuk menterjemahkan teks berbahasa inggris, selamat membaca, semoga bermanfaat.

Kuskel Robot- This Robot use two motors control  rear wheels and the single front wheel is free. It has 4-infrared sensors on the bottom for detect black tracking tape, when the sensors detected black color, output of  comparator, LM324 is low logic and the other the output is high.
Microcontrollor AT89C2051 and H-Bridge driver L293D were used  to control direction and speed of motor.
Fig 1. Circuit diagram of my Robot.

Fig 2. Circuit diagram of Infrared sensors and comparators.

Fig 4. Position of sensors,  left hand side is side view and right hand side is top view.
Software
Software for write to AT89C2051 is robot1.hex ,which was written by C-language ,the  source code is robot1.ccompiled by using MC51 in TINY model with my start up code robot.asm .
MPEG files
Sample of competition between 2051 and 68HC11.

  • movie1.mpg (1,303kB)

  • movie2.mpg (373kB)
  • Saturday, April 12, 2014

    Rangkaian Lampu LED Sepeda Motor 2x20



    Salam Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap bersemangat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang 
    Rangkaian Lampu LED Sepeda Motor 2x20. Gunakan fitur Translate di sebelah kanan untuk menterjemahkan teks berbahasa inggris, selamat membaca, semoga bermanfaat.

    Rangkaian Lampu LED Sepeda Motor ini sangat sederhana yang hanya menggunakan beberapa komponen saja tapi hasilnya sangat memuaskan. Konsumsi dayanya sangat kecil cukup 6 Volt saja sangat cocok untuk sepeda motor anda.
    The 555 circuit below is a flashing bicycle light powered with four C,D or AA cells (6 volts). Two sets of 20 LEDs will alternately flash at approximately 4.7 cycles per second using RC values shown (4.7K for R1, 150K for R2 and a 1uF capacitor). Time intervals for the two lamps are about 107 milliseconds (T1, upper LEDs) and 104 milliseconds (T2 lower LEDs). Two transistors are used to provide additional current beyond the 200 mA limit of the 555 timer. A single LED is placed in series with the base of the PNP transistor so that the lower 20 LEDs turn off when the 555 output goes high during the T1 time interval. The high output level of the 555 timer is 1.7 volts less than the supply voltage.

    Circuit  Project: 40 LED Bicycle Light

    Adding the LED increases the forward voltage required for the PNP transistor to about 2.7 volts so that the 1.7 volt difference from supply to the output is insufficient to turn on the transistor. Each LED is supplied with about 20mA of current for a total of 220mA. The circuit should work with additional LEDs up to about 40 for each group, or 81 total. The circuit will also work with fewer LEDs so it could be assembled and tested with just 5 LEDs (two groups of two plus one) before adding the others.

    Friday, April 11, 2014

    Kontrol Mute Volume Sentuh

    Salam Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap bersemangat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Rangkaian Kontrol Mute Volume Sentuh. Gunakan fitur Translate di sebelah kanan untuk menterjemahkan teks berbahasa inggris, selamat membaca, semoga bermanfaat.

    Here is another simple circuit to mute the volume of Audio devices through simple touch. It exploits the action of the flip-flops in the timer IC 555 to reduce the volume of the Audio amplifier. IC NE555 is designed in the toggle mode. Its lower and upper comparator inputs are connected to the touch plates which can be membrane switches or two pieces of conducting plates. The inputs of comparators are stabilized through R1 and R2 to avoid floating.

    Circuit Project: Touch controlled Mute Switch

    When the touch plate connected to pin 2 is touched momentarily, output of IC1 goes high and T1 conducts. The centre tap of the volume control is connected to the collector of T1. So when T1 conducts current going to the amplifier drains through T1. This reduces the volume.IC1 remains latched in this position with LED on. When the touch plate connected to pin 6 is touched momentarily, output of IC1 goes low and T1 turns off. This restores the volume.

    Monday, March 17, 2014

    Power Amplifier for Laptop

    Salam Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap bersemangat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Rangkaian Power Amplifier for Laptop. Gunakan fitur Translate di sebelah kanan untuk menterjemahkan teks berbahasa inggris, selamat membaca, semoga bermanfaat.


    Usually, the audio output from a laptop’s built-in speakers is low. A power amplifier is required to get a high volume. Here is a simple circuit to amplify the laptop’s audio output. The circuit is built around power amplifier IC LA 4440 (IC1) and a few other components. LA4440 is a dual channel audio power amplifier. It has low distortion over a wide range of low to high frequencies with good channel separation. Inbuilt dual channels enable it for stereo and bridge amplifier applications.


    In dual mode LA4440 gives 6 watts per channel and in bridge mode 19- watt output. It has ripple rejection of 46 dB. The audio effect can be realized by using two 6-watt speakers. Connect pins 2, 6 and ground of IC1 to the stereo jack which is to be used with the laptop. Assemble the circuit on a general-purpose PCB and enclose in a suitable cabinet. The circuit works off regulated 12V power supply. It is recommended to use audio input socket in the circuit board. Use a proper heat-sink for LA4440.

    Sunday, March 16, 2014

    12 VDC-220 VAC 50W Power Inverter Circuit

    Salam Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap bersemangat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Rangkaian 12 VDC-220 VAC 50W Power Inverter Circuit. Gunakan fitur Translate di sebelah kanan untuk menterjemahkan teks berbahasa inggris, selamat membaca, semoga bermanfaat.

    12 VDC-220 VAC 50W Power Inverter Circuit

    The ability advocate ambit is aimed to catechumen 12 VDC to 220 VAC and the action accepted as inverter. By inverting action will aftermath a 50W ability advocate that would accumulation altered baby appliances.
    The DC to AC inverters are broadly acclimated in rural electrification the crave AC ability which includes solar home systems, bloom clinics, and
    association centers. Ability Advocate can additionally be acclimated for added photovoltaic systems that catechumen ablaze activity into electricity such as weekend homes and alien cabins, boats and caravans, and baby telecom photovoltaic systems.
    Power Advocate Ambit Explanation
    The ability advocate ambit is constituted by the oscillator, annular the IC1, one affiliate IC2, one ambiguous multivibrator IC3, which accord in the achievement balanced aboveboard arresting of abundance 50HZ, chase a absorber date with Fet Q1-2, the drive date Q3-4 and the ability date Q4-5, the ability transistors Q5-6, should they are placed in heatsink.
    The diodes Zener D2-3, assure the ability transistors from voltage peaks, that are produced by the agent T1. Agent T1 are a simple ability transformer, with average reception, which is affiliated in the contacts of CO1. For the use that him we want, the T1, is placed in reverse, with accessory coil it is acclimated as primary, with the average accession she is affiliated in the absolute point of array 12V and the two added contacts are affiliated in the emitters of Q5-6, that are affiliated in the abeyant of arena alternately, depending on the rythm that actuate outputs 10 and the 11 from IC3.
    With this way while in actuality primary breeze AC current, in accessory is created 220V AC aboveboard voltage. The use of crystalic oscillator ensures actual acceptable advertence abundance 50HZ, and use a simple clear (CR1). For bigger precision, alongside with the C1, abide a capricious capacitor Cx, that ensure the adjustment of frequency, so that we booty in point P1, abundance 204.8 KHZ.
    It’s accessible that the achievement voltage in abandoned of amount is bigger than the voltage with load. Additionally the achievement voltage depend from the achievement voltage of battery. Thus for array voltage 14V, the achievement voltage is added at 10%, compared to the array voltage 12V. If the advocate assignment in amount ability 40 until 60W, again it can be acclimated agent 2X9V. Various prices of output, for array voltage 12V and agent 2X10V,
    Power Converter Parts List
    Resistor
    R1=10Mohms
    R2=100ohms
    R3=1.2Kohms
    R4=560Kohms
    R5-6=2.2Kohms
    R7-8=56 ohms 5W
    Capacitor
    CX=22pF trimmed capacitor
    C1-2=22pF ceramic
    C3=8.2nF 100V MKT C4=10uF 16V
    C5=47uF 16V
    C6=470nF 400V
    Diode
    D1=5V6 0.4W
    D2-3=47V 1W
    Transistor
    Q1-2=BS170
    Q3-4=BD139
    Q5-6=BD249
    Integrated Circuit
    IC1=4060
    IC2=4013
    IC3=4047
    Crystal
    CR1=3.2768 MHZ crystal
    Transformer-Fuse
    T1=220Vac/2X10V 2X2.2A
    F1=5A Fuse
    F2=0.25A Fuse
    Inductor
    L1=1H smoothing choke